APBD 2026 Disahkan, DPRD Bandar Lampung Masih Bingung Soal Kuota Umroh

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Sebulan setelah APBD Kota Bandar Lampung 2026 diketok palu, DPRD kota ini belum mengetahui rincian kuota program umroh gratis bagi masyarakat. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius soal transparansi dan pengawasan anggaran publik.

 

Ketua Komisi I DPRD Bandar Lampung, Misgustini, mengakui bahwa pihaknya belum memegang data pasti jumlah penerima manfaat. Ia menyebut rincian masih menunggu sinkronisasi anggaran terbaru dan evaluasi Pemerintah Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Terkait rencana pemberangkatan umroh belum dibahas lebih lanjut berapa jumlahnya, karena akan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” tulis Misgustini melalui pesan WhatsApp, Selasa (30/12/2025).

 

Ironisnya, APBD 2026 sudah disahkan pada akhir November dengan plafon belanja Setda Rp159,6 miliar, sementara Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menjadi pelaksana teknis program. Artinya, anggaran resmi sudah ada, tapi DPRD sebagai lembaga pengawas justru tidak tahu kemana uang itu akan digunakan.

 

Misgustini berdalih ketidak jelasan ini disebabkan adanya perubahan alokasi untuk gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun, publik masih belum mendapatkan angka pasti kuota peserta umroh. Ia pun menyarankan agar wartawan menanyakan langsung ke Bagian Kesra.

 

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, juga belum memberikan kepastian kuota. Saat ditanya wartawan, ia hanya menjawab singkat.

 

“Nanti kita lihat nanti ya,” kata Eva, Senin, (29/12/2025) lalu.

 

Kesenjangan informasi antara pengesahan anggaran dan ketidaktahuan legislatif ini menimbulkan pertanyaan serius. Apakah DPRD benar-benar menjalankan fungsi pengawasannya? Dan apakah anggaran publik yang besar untuk program umroh ini benar-benar direncanakan dengan matang atau hanya “angka gelondongan” tanpa rincian?

 

Transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi antar instansi menjadi persoalan yang mendesak untuk diperbaiki, agar program yang bersifat sosial dan keagamaan ini tidak sekadar menjadi janji politik. (Kin/Red)

Berita Terkait

Cegah Banjir Berulang, Pemkot dan TNI Genjot Normalisasi Sungai di Way Halim
Polisi Selidiki Rumah Warga di Pringsewu Rusak Tertimpa Material Bongkaran Gedung Walet
Diduga Lakukan Pungli di Jalinbar Wonosobo, Pria 50 Tahun Diamankan Tekab 308 Polres Tanggamus
Gubernur Herman Deru Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Dorong Peluang Investasi dan Kerja Sama Sumsel
UPTD SDN 3 Siraman Borong Banyak Piala di O2SN 2026
Kolaborasi Polisi-Warga, Kentongan Jadi Sistem Informasi Darurat di Pagelaran
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Lantik Pj Kapekon Gumuk Rejo Catur Hendra Susianto
Polres Way Kanan Sambangi Pos Kamling Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:16 WIB

Gubernur Herman Deru Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Dorong Peluang Investasi dan Kerja Sama Sumsel

Sabtu, 18 April 2026 - 01:36 WIB

Pengurus IKARAFA Periode 2026 Dikukuhkan, Prof. Suyitno Ajak Semua Alumni Raden Fatah Bersatu di Kancah Global

Jumat, 17 April 2026 - 06:16 WIB

RSMH Bantah Isu Pasien Koma Dipulangkan Paksa, dr. Siti Khalimah Tegaskan Masih Dirawat Intensif

Jumat, 17 April 2026 - 06:13 WIB

Dua Saudara Kandung Pengedar Ganja di Betung Ditangkap Berturut-turut dalam Satu Operasi Malam

Jumat, 17 April 2026 - 06:08 WIB

Dari Kader untuk Partai, Harya Siap Mengabdi sebagai Ketua PKB Kota Palembang: Konsolidasi, Regenerasi, dan Politik Kehadiran untuk Rakyat

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Bupati Muba Hadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Al-Hikmah, Tekankan Pentingnya Benteng Agama bagi Generasi Muda

Minggu, 5 April 2026 - 06:45 WIB

Eksekusi Lahan 838 Meter Persegi di Sukarami Segera Dilaksanakan, Kuasa Hukum Tegaskan Tak Dapat Ditunda

Minggu, 5 April 2026 - 05:10 WIB

Yoga Tokoh Pemuda OKU Timur, Minta Pemda Turun Tangan Hentikan Galian Tanah Proyek Irigasi di Kecamatan Semendawai Timur

Berita Terbaru