Vendor Baru Raih Proyek Miliaran, CCTV Seribu Wajah Disorot LSM KOMPAS

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP KOMPAS, Edwin. Foto: Alvacino

Ketua Umum DPP KOMPAS, Edwin. Foto: Alvacino

UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Dugaan kejanggalan serius mencuat dalam proyek pengadaan CCTV Seribu Wajah Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan melalui sistem pengadaan Inaproc. Komunitas Pemuda Anti Suap (KOMPAS) secara tegas menilai proyek tersebut sarat masalah dan patut diduga tidak dijalankan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

 

DPP Kompas, Edwin, mengatakan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya kejanggalan dalam proses pembelanjaan proyek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sorotan utama adalah vendor penyedia CCTV yang dinilai tidak memiliki pengalaman maupun rekam jejak yang layak untuk mengerjakan proyek strategis bernilai fantastis.

 

“Kami melihat ini sebagai persoalan serius. Vendor yang terlibat diduga tidak memiliki pengalaman yang memadai. Ini bukan proyek kecil, tapi menyangkut sistem pengawasan dan keamanan publik,” tegas Edwin.

 

Hasil investigasi internal DPP KOMPAS mengungkap fakta mencengangkan terkait legalitas perusahaan penyedia.

 

Berdasarkan dokumen, akta notaris PT LWSM sebagai vendor pengadaan diketahui baru dibuat pada tahun 2025, ini mejadi persoalan proses seleksi dan kelayakan perusahaan tersebut.

 

“Perusahaan yang baru berdiri, dengan akta notaris yang masih sangat baru, tiba-tiba bisa memenangkan proyek milliaran, ini jelas kejanggalan yang tidak bisa dianggap sepele,” ujar Edwin, Rabu (28/1/2026).

 

Menurutnya Edwin, kondisi tersebut patut diduga sebagai bentuk kelalaian serius dalam proses verifikasi penyedia, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya dugaan pengkondisian dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

 

Edwin menilai, jika benar vendor tidak memiliki pengalaman, maka proyek berisiko gagal fungsi dan berpotensi merugikan keuangan negara.

 

DPP KOMPAS juga mempertanyakan peran dan fungsi sistem biro pengadaan pemerintah Bandar Lampung yang seharusnya menjadi instrumen pencegah praktik penyimpangan. Sistem tersebut dinilai gagal memastikan kualitas dan kompetensi penyedia.

 

“Kalau perusahaan tanpa pengalaman dan baru berdiri bisa lolos, Apakah ada hubungan kedekatan internal?Ada apa di balik proyek ini?” tegas Edwin dengan nada kritis.

 

DPP KOMPAS mendesak aparat penegak hukum, Temuan yang kami dapat untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek CCTV Seribu Wajah, pembiaran atas dugaan kejanggalan ini dapat menjadi preseden buruk bagi tata kelola pengadaan pemerintah.

 

“Kami tidak akan diam. kami siap membawa persoalan ini ke ranah hukum. Pengadaan yang menggunakan uang rakyat harus terbuka dan dapat dipertanggung jawabkan,” tegas Edwin.

 

DPP KOMPAS memastikan akan terus mengawal dan membuka temuan-temuan lanjutan kepada publik sebagai bentuk kontrol sosial. proyek strategis tidak boleh dijadikan ladang kepentingan segelintir pihak.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak vendor maupun Dinas Kominfo Bandar Lampung belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kejanggalan pengadaan CCTV Seribu Wajah. (Red)

Berita Terkait

Pastikan Profesionalisme Anggota, Bidpropam Polda Sumsel Lakukan Pengawasan Ketat di Markas Komando
Wagub Sumsel Cik Ujang Serap Aspirasi Warga Banyuasin dalam Silaturahmi di Sumber Marga Telang
Muba Aktif Hadiri FGD APKASI Tentang Revisi UU Pemda No 23 Tahun 2014
Perbaikan Irigasi Dikebut, Polisi Turun Langsung Atur Arus Lalin
Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu Tingkatkan Pelayanan Bus Sekolah dan Buka Kanal Pengaduan Masyarakat 
Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD dan MI 
Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, WS Tak Berkutik Saat Diamankan PPA Polres Way Kanan
Rapat Paripurna DPRD Digelar dalam Momen HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:41 WIB

Pastikan Profesionalisme Anggota, Bidpropam Polda Sumsel Lakukan Pengawasan Ketat di Markas Komando

Selasa, 21 April 2026 - 10:37 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Serap Aspirasi Warga Banyuasin dalam Silaturahmi di Sumber Marga Telang

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WIB

Muba Aktif Hadiri FGD APKASI Tentang Revisi UU Pemda No 23 Tahun 2014

Selasa, 21 April 2026 - 07:28 WIB

Perbaikan Irigasi Dikebut, Polisi Turun Langsung Atur Arus Lalin

Selasa, 21 April 2026 - 07:25 WIB

Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu Tingkatkan Pelayanan Bus Sekolah dan Buka Kanal Pengaduan Masyarakat 

Selasa, 21 April 2026 - 07:19 WIB

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, WS Tak Berkutik Saat Diamankan PPA Polres Way Kanan

Selasa, 21 April 2026 - 05:02 WIB

Rapat Paripurna DPRD Digelar dalam Momen HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur

Senin, 20 April 2026 - 14:14 WIB

Karyawan Alfamart Dipecat Sepihak, Perusahaan Mangkir dari Mediasi

Berita Terbaru