PLN Soroti Kabel Provider Menempel di Tiang Listrik, Warga Diminta Aktif Melapor

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGKAPPOST, Palembang – Maraknya kabel penyedia jasa internet yang menempel pada tiang listrik milik PLN menjadi perhatian serius. Kondisi kabel yang semerawut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan gangguan jaringan.

 

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Iwan Arissetyadhi, mengungkapkan bahwa di lapangan kerap ditemukan kabel yang bukan merupakan jaringan listrik PLN, melainkan milik penyedia layanan internet maupun kabel lampu jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, ketika penyedia jasa memperluas jaringan bisnis, mereka seharusnya menyiapkan infrastruktur pendukung secara mandiri, termasuk tiang penyangga.

 

“Pada prinsipnya dari sisi PLN, kami membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang dinilai tidak aman, seperti kabel menggelantung atau tiang miring. Kita punya aplikasi PLN Mobile, sehingga masyarakat bisa langsung melapor,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

 

Selain melalui aplikasi, laporan juga dapat disampaikan langsung kepada humas PLN maupun petugas lapangan dan akan segera ditindaklanjuti.

 

Iwan menegaskan setiap penyedia jasa bertanggung jawab atas jaringan yang mereka bangun. Jika ditemukan kabel provider menjuntai atau membahayakan, PLN akan menyampaikan kepada pihak terkait. Sebaliknya, provider juga dapat melaporkan jika terdapat kabel PLN yang bermasalah.

 

Ia menjelaskan, kabel tegangan menengah (TM) yang berada di bagian atas tiang umumnya berupa kabel aluminium telanjang dengan isolator kuat. Jika kabel ini terlepas atau jatuh, dampaknya dapat menyebabkan pemadaman listrik.

 

Sementara kabel tegangan rendah (TR) yang berpilin dan berlapis pelindung relatif lebih aman. Meski demikian, masyarakat tetap dilarang menyentuhnya.

 

“Kalau tersenggol insya Allah tidak berbahaya selama tidak ada kebocoran. Tapi tetap tidak untuk dipegang,” jelasnya.

 

Secara teknis, kabel memiliki lendutan akibat pemuaian suhu, namun masih dalam batas standar keamanan. Kondisi kabel yang terlihat semerawut umumnya berasal dari kabel provider atau lampu jalan.

 

Banyak kasus kabel tertarik akibat kendaraan over dimensi atau kendaraan tinggi yang melintas. Meski demikian, kabel listrik PLN dirancang memiliki elastisitas dan kekuatan teknis tertentu.

 

Iwan menjelaskan tinggi tiang listrik bervariasi sesuai kebutuhan jaringan:

 

Wilayah pedesaan (tegangan rendah): sekitar 7 meter (±1 meter tertanam)

Wilayah perkotaan: sekitar 9 meter (±1,5 meter tertanam)

Kebutuhan khusus jaringan: 11–12 meter

Seluruh konstruksi tiang, baik beton maupun jenis lainnya, telah memenuhi standar teknik.

 

Untuk jarak antar tiang:

Tegangan rendah: 30–40 meter

Tegangan menengah 20 kV: 45–60 meter

Tegangan rendah sebesar 220 volt digunakan langsung pelanggan rumah tangga, sedangkan tegangan menengah diturunkan melalui transformator sebelum didistribusikan.

 

Menutup keterangannya, Iwan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kondisi jaringan listrik yang tidak aman.

 

“Terima kasih atas informasi dari media dan masyarakat. PLN membuka akses seluas-luasnya untuk laporan kondisi yang tidak safety. Petugas kami siaga 24 jam,” pungkasnya. (Adi)

Berita Terkait

Pengurus IKARAFA Periode 2026 Dikukuhkan, Prof. Suyitno Ajak Semua Alumni Raden Fatah Bersatu di Kancah Global
Keringat Pekerja Sawit Muba Kini Terlindungi Jaminan Sosial
UPTD SDN 3 Siraman Borong Banyak Piala di O2SN 2026
Kolaborasi Polisi-Warga, Kentongan Jadi Sistem Informasi Darurat di Pagelaran
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Lantik Pj Kapekon Gumuk Rejo Catur Hendra Susianto
Polres Way Kanan Sambangi Pos Kamling Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas
RSMH Bantah Isu Pasien Koma Dipulangkan Paksa, dr. Siti Khalimah Tegaskan Masih Dirawat Intensif
Dua Saudara Kandung Pengedar Ganja di Betung Ditangkap Berturut-turut dalam Satu Operasi Malam

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:39 WIB

UPTD SDN 3 Siraman Borong Banyak Piala di O2SN 2026

Jumat, 17 April 2026 - 14:10 WIB

Kolaborasi Polisi-Warga, Kentongan Jadi Sistem Informasi Darurat di Pagelaran

Jumat, 17 April 2026 - 14:07 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Lantik Pj Kapekon Gumuk Rejo Catur Hendra Susianto

Jumat, 17 April 2026 - 06:16 WIB

RSMH Bantah Isu Pasien Koma Dipulangkan Paksa, dr. Siti Khalimah Tegaskan Masih Dirawat Intensif

Jumat, 17 April 2026 - 06:13 WIB

Dua Saudara Kandung Pengedar Ganja di Betung Ditangkap Berturut-turut dalam Satu Operasi Malam

Jumat, 17 April 2026 - 06:08 WIB

Dari Kader untuk Partai, Harya Siap Mengabdi sebagai Ketua PKB Kota Palembang: Konsolidasi, Regenerasi, dan Politik Kehadiran untuk Rakyat

Jumat, 17 April 2026 - 06:05 WIB

Prioritaskan Keselamatan Warga, Pemkot Bandar Lampung Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Kamis, 16 April 2026 - 14:52 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Pantai Muara Hati Tanggamus, Korban Warga Bandar Negeri Semuong

Berita Terbaru

Sumatera Selatan

Keringat Pekerja Sawit Muba Kini Terlindungi Jaminan Sosial

Sabtu, 18 Apr 2026 - 01:32 WIB

DAERAH

UPTD SDN 3 Siraman Borong Banyak Piala di O2SN 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:39 WIB