
Pringsewu, ,Ungkappost.com,30 september 2026- Proyek Preservasi Jalan Ruas Kalirejo – Pringsewu (Link. 033) di Kabupaten Pringsewu dengan nilai fantastis Rp 23,9 Miliar Tahun Anggaran 2026 menuai sorotan tajam dari warga dan pengguna jalan. Pasalnya, meski pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan dan akan selesai sekitar bulan Oktober sampai November 2026, kondisi jalan yang baru selesai dicor rigid sudah terlihat bergelombang, retak dan berlobang di beberapa titik.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini milik Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) dengan Nomor Kontrak 01/KTR/PPK-JLN.1/RKN-033/V.03/IV/2026 tanggal 01 April 2026. Nilai kontrak sebesar Rp. 23.978.153.000,00. Kontraktor pelaksana PT. Bumi Lampung Persada KSO PT. Nacita Karya Utama, Konsultan Pengawas CV. Mitra Paxi, dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender, sumber dana APBD Tahun Anggaran 2026.
Pantauan di lapangan, tepatnya di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu dan Pekon Sukoharjo, terlihat jelas kondisi beton rigid yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami keretakan di bagian sambungan, bergelombang dan bahkan di beberapa titik sudah berlobang dan mengelupas seperti yang terlihat dalam dokumentasi foto. Padahal jalan tersebut belum lama selesai dikerjakan dan belum sepenuhnya difungsikan secara penuh.
Kondisi ini dikeluhkan oleh warga dan pengguna jalan. Selain itu, warga dan masyarakat tetap memberikan apresiasi kepada Presiden dan Gubernur Provinsi Lampung atas adanya pembangunan preservasi ruas jalan Kalirejo – Pringsewu yang memang sangat diharapkan masyarakat karena sebelumnya rusak parah.
Namun dengan adanya peristiwa jalan baru bergelombang, retak dan berlobang ini, warga dan masyarakat menilai minimnya pengawasan dari konsultan pengawas CV. Mitra Paxi, Dinas BMBK Provinsi Lampung serta pihak pelaksana. Diduga pekerjaan tersebut dikerjakan asal jadi serta mengurangi kualitas dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Salah seorang pengguna jalan ojek online dan warga Sendang Mulyo inisial Pak Haji saat melintas mengakui jalan bergelombang. “Iya bang, kerasa banget pas lewat, motor jadi oleng, bergelombang. Padahal kan ini cor baru. Harusnya mulus. Ada juga yang retak dan lobang kecil di tengah. Sayang uang negara Rp 23,9 M kalau kualitasnya begini,” ungkap Pak Haji.
Warga berharap kepada Gubernur Lampung, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung untuk segera turun ke lapangan mengecek langsung kualitas pekerjaan preservasi ruas kalirejo – Pringsewu tersebut.warga juga meminta agar kontraktor bertanggung jawab memperbaiki bagian yang retak,bergelombang dan berlubang sebelum dilakukan PHO,agar pembangunan benar benar berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya jangka panjang oleh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan ,pihak kontraktor pelaksana maupun Konsultan pengawas dan dinas BMBK provinsi lampung belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan lemahnya pengawasan dan kualitas jalan yang bergelombang ,retak dan berlobang tersebut (Red)
