Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meresmikan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Lampung Timur sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, Kamis (13/8/2026).
Peresmian yang berlangsung di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, tersebut menjadi langkah pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Acara dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Gubernur Lampung beserta jajaran, Wakil Bupati Lampung Timur, Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, tenaga pendidik, pendamping PKH, orang tua siswa dan peserta didik Sekolah Rakyat.
Bupati Ela Siti Nuryamah mengatakan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 bukan sekadar pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi merupakan wujud komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Gubernur Lampung Lepas 401 Siswa Sekolah Rakyat, Dorong Lahirnya Generasi Emas 2045
BACA JUGA:Tinjau Sekolah Rakyat Lamsel, Menko AHY dan Wagub Jihan Pastikan Fasilitas Pendidikan Siap
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Dengan adanya sekolah ini, anak-anak dari keluarga yang membutuhkan mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Ela.
Pemkab Lampung Timur, lanjut Ela, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia berharap sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan dan kepedulian sosial siswa.
Kepada siswa baru, Ela meminta MPLS dimanfaatkan untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, budaya sekolah serta membangun semangat belajar.
“MPLS merupakan awal perjalanan baru. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujarnya.
Ia menekankan pendidikan, kerja keras, disiplin dan doa dapat menjadi modal bagi para siswa untuk meraih cita-cita dan membawa perubahan bagi keluarga serta daerah.
Ela juga mengajak seluruh pihak mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, wali asuh, wali asrama, pendamping PKH, pemerintah desa hingga orang tua siswa.
Ia meminta seluruh jajaran sekolah memberikan pelayanan pendidikan dan pengasuhan secara tulus dan profesional. Lingkungan sekolah maupun asrama juga harus dipastikan aman, nyaman, ramah anak serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Melalui peresmian tersebut, Pemkab Lampung Timur berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, berakhlak dan memiliki daya saing.(Jau)


