
Bandar Lampung, ungkap post.com Jumat (23/10/2026) – Dosen Program Studi Teknologi Informasi dan Teknik Komputer Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Kegiatan berupa pelatihan keterampilan public speaking ini diikuti sebanyak 125 siswa dan menjadi rangkaian penting dari program Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS di sekolah tersebut.
Peserta yang hadir merupakan perwakilan anggota OSIS serta berbagai organisasi siswa di lingkungan SMAN 14 Bandar Lampung. Mengusung tema “Public Speaking dan Komunikasi Efektif”, kegiatan ini bertujuan membekali calon‑calon pemimpin sekolah dengan keterampilan menyampaikan gagasan secara percaya diri, runtut, jelas, dan meyakinkan di depan umum.
Tim dosen ITSNU Lampung yang bertugas dalam kegiatan PKM ini terdiri dari Liranti Rahmelina, M.Pd.T., selaku ketua tim PKM; Dewi Puspitasari, S.I.Kom., M.Sos., M.M., sebagai narasumber utama; serta Arbi Gunawan, S.Kom., M.T.I., dan Rizki Fitriani, M.Pd., sebagai anggota pendamping tim.
Sejak sesi pertama dibuka, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi mengikuti setiap materi yang disampaikan. Secara keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat dari awal pembukaan hingga penutupan acara.
Kepemimpinan Dimulai dari Cara Berkomunikasi
Dalam pemaparannya, Dewi Puspitasari, S.I.Kom., M.Sos., M.M., selaku narasumber utama, menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan modal penting bagi seorang pemimpin, terutama bagi siswa‑siswa yang aktif mengelola organisasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, gagasan yang sebaik apa pun tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dapat disampaikan dengan cara yang tepat dan meyakinkan.
Materi yang disampaikan meliputi cara membangun kepercayaan diri saat tampil di depan banyak orang, teknik menyusun pesan agar runtut dan menarik, serta pengelolaan intonasi suara, bahasa tubuh, dan kontak mata saat berbicara. Para peserta juga diperkenalkan pada prinsip‑prinsip komunikasi efektif yang dapat diterapkan baik dalam kegiatan organisasi maupun kehidupan sehari‑hari.
Pemateri juga mengajak para siswa mengenali dan mengatasi rasa gugup yang sering menjadi hambatan utama saat harus berbicara di hadapan orang banyak. Dijelaskan bahwa rasa percaya diri tidak selalu merupakan bakat bawaan, melainkan dapat dibangun melalui latihan yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian teori semata. Setelah sesi materi selesai, peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung kemampuan berbicara di depan teman‑temannya. Satu per satu siswa maju menyampaikan gagasan masing‑masing, kemudian mendapatkan masukan konstruktif dari para dosen untuk memperbaiki penampilan dan gaya berkomunikasi mereka.
Antusiasme peserta terlihat sangat jelas selama sesi praktik berlangsung. Sejumlah siswa yang pada awalnya tampak malu‑malu akhirnya berani tampil dengan lebih percaya diri. Suara sorak dan tepuk tangan dari sesama peserta turut mewarnai suasana sehingga kegiatan menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Sebagai rangkaian penutup sesi materi, panitia bersama tim dosen mengadakan kuis interaktif yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Kuis tersebut bertujuan menguji sekaligus menyegarkan kembali pemahaman para peserta terhadap materi pelatihan. Suasana semakin meriah ketika para siswa saling berlomba menjawab setiap pertanyaan dengan cepat dan tepat.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, para dosen ITSNU Lampung berkeinginan untuk hadir langsung di lingkungan pendidikan sekolah dan berbagi ilmu pengetahuan, tidak hanya terbatas pada bidang teknologi, tetapi juga keterampilan lunak (soft skill) seperti kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Pihak SMAN 14 Bandar Lampung menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Pihak sekolah berharap kerja sama antara SMAN 14 Bandar Lampung dengan ITSNU Lampung dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa yang dapat merasakan manfaat positif dari program‑program pengabdian tersebut.
Dengan telah terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan para pengurus OSIS dan perwakilan organisasi siswa SMAN 14 Bandar Lampung dapat tumbuh menjadi pemimpin yang komunikatif, percaya diri, dan inspiratif, baik di lingkungan sekolah maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat. (Laporan: Yani)
