UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Dugaan praktik pembagian paket proyek yang tidak transparan mencuat di lingkungan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung. Informasi tersebut berkembang berdasarkan hasil penelusuran lapangan terkait mekanisme pendistribusian sejumlah paket pekerjaan di dinas tersebut.
Sumber menyebutkan, paket-paket proyek yang dikelola Dinas BMBK diduga tidak sepenuhnya didistribusikan berdasarkan kebutuhan teknis dan profesionalisme. Pola pembagian pekerjaan disebut-sebut melibatkan kepala dinas, kepala bidang, serta beberapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada pihak tertentu yang disebut berperan dalam proses pembagian paket pekerjaan tersebut, berinisial JN, IBM dan ALN” kata sumber, Selasa (6/1/2026).
Distribusi paket proyek tersebut diduga berkaitan dengan kepentingan internal tertentu, sehingga memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan anggaran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek infrastruktur daerah.
Selain itu, perhatian publik tertuju pada langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek serta integritas pejabat di lingkungan Dinas BMBK agar pengelolaan anggaran daerah tetap berjalan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas BMBK Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut. (Kin/Red)






