UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Program CCTV Seribu Wajah yang digagas Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memantau situasi perkotaan secara langsung terdapat kejanggalan.
Pada Tahun Anggaran 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran cukup besar untuk program tersebut. Tercatat, belanja modal pengadaan CCTV Seribu Wajah beserta kelengkapannya dianggarkan sebesar Rp910 juta, sementara jasa layanan akses internet (bandwidth) CCTV mencapai Rp600 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, terdapat pula anggaran lain berupa belanja modal pengadaan CCTV Seribu Wajah dan kelengkapannya senilai Rp830 juta, serta jasa layanan akses internet bandwidth CCTV kembali dianggarkan sebesar Rp600 juta.
Kejanggalan itu muncul berdasarkan hasil penelusuran pada situs resmi seribu.wajahandarlampungkota.go.id. CCTV yang dapat diakses secara daring hanya terpantau di sekitar 47 titik. Jumlah itu tidak sesuai dengan keterangan Kepala Dinas Kominfo Bandar Lampung, Veni. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah memasang CCTV Seribu Wajah dengan jumlah yang terlihat di situs tersebut.
“Tahun ini ada 110 titik, dengan tambahan 75 titik. CCTV dipasang di kecamatan, kelurahan, serta titik-titik keramaian,” ujar Veni kepada wartawan usai pelantikan PPPK Paruh Waktu di lapangan Saburai, Enggal, pada Selasa (30/12/2025).
Perbedaan antara jumlah titik CCTV yang dapat diakses publik melalui situs web dengan klaim jumlah pemasangan oleh Dinas Kominfo tersebut pun memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan optimalisasi pemanfaatan anggaran program CCTV Seribu Wajah. (Kin/Red)






