UNGKAPPOST, OKU Timur – Banjir dadakan melanda wilayah Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis, 8 Januari 2026, akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Desa Nusa Jaya menjadi wilayah yang paling terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan ketinggian air mencapai pemukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat serta mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendapatkan laporan kejadian banjir, Kapolres OKU Timur Polda Sumatera Selatan AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., dengan sigap turun langsung ke lokasi untuk meninjau situasi sekaligus memimpin proses evakuasi warga terdampak banjir.
Kapolres OKU Timur bersama personel gabungan masih bersiaga di lokasi banjir guna memantau perkembangan situasi serta memberikan bantuan lanjutan kepada masyarakat terdampak.
Selain melakukan evakuasi, Kapolres OKU Timur bersama Ketua Bhayangkari Cabang OKU Timur dan anggota Bhayangkari turut menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta bantuan lain yang dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat banjir.
Kapolres OKU Timur juga memerintahkan seluruh personel jajaran untuk melakukan perbantuan di lapangan, membantu penyelamatan warga, mengevakuasi harta benda, serta memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam upaya penanganan banjir tersebut, Polsek Belitang III bersinergi dengan personel Brimobda Yon C dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Timur guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban
Banjir ini telah menyebabkan 1.359 rumah di empat kecamatan terdampak, dengan ketinggian air mencapai 60-100 cm. Desa Nusa Jaya, Nusa Tenggara, Karang Jadi, Nusa Bakti, Ringin Sari, Dadirejo, dan Sukanegara Nusa Maju adalah beberapa desa yang terdampak banjir
Pemerintah daerah dan BPBD OKU Timur terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi banjir susulan. (Riduwan)






