UNGKAPPOST, Palembang – Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, menghadiri rangkaian Dzikir dan Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125 yang digelar di Masjid Lawang Kidul, Palembang, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah. Datuk Kiai Marogan yang memiliki nama lengkap Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud dikenal sebagai salah satu ulama besar penyebar Islam di Palembang dan Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perjalanan keilmuannya, beliau pernah menimba ilmu kepada ulama-ulama besar dunia Islam seperti Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan Syekh Ahmad Khatib Sambas.
Selain itu, Datuk Kiai Marogan juga memiliki hubungan persahabatan erat dengan tokoh-tokoh ulama besar lainnya, di antaranya Syekh Nawawi Al-Bantani, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Syekh Mahfudz At-Tarmasi.
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Palembang yang begitu besar dalam mengikuti haul tersebut. Menurutnya, hal ini mencerminkan kuatnya nilai-nilai religius serta kesadaran masyarakat terhadap sejarah perjuangan ulama terdahulu.
“Kita melihat sambutan yang begitu meriah dari masyarakat Kota Palembang. Ini menunjukkan nilai-nilai agamis yang tinggi serta pemahaman terhadap napak tilas perjuangan Datuk Kiai Marogan dalam menyebarkan dan memperjuangkan Islam, baik di Palembang maupun di luar Sumatera Selatan,” ujar Sultan Iskandar usai acara.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga mengajak generasi masa kini untuk meneladani keteladanan Datuk Kiai Marogan, khususnya di tengah tantangan era digital yang kerap membuat manusia larut dalam kemajuan teknologi dan media sosial.
“Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita melupakan nilai-nilai agama, adab, dan budaya. Tetaplah berpedoman kepada Kitabullah dan hadis Rasulullah SAW,” tegasnya.
Sultan Palembang Darussalam itu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, unsur Forkopimda, Pangdam II/Sriwijaya yang diwakili Kasdam, Kapolresta Palembang, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya haul yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami atas kehadiran dan dukungan semua pihak dalam menyemarakkan acara ini,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menegaskan bahwa haul bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi diri bagi umat Islam.
“Kita semua akan mati. Maka dari itu, kita harus memperbanyak perbuatan baik, beramal saleh, dan bertakwa kepada Allah SWT agar kelak mendapatkan surga-Nya serta dapat bertemu dengan Allah dan Nabi Muhammad SAW, junjungan kita,” tutup Sultan ke-125. (**)






