Tanpa Asuransi Kesehatan, Wisata Rohani Kesra Berujung Duka

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Pelaksanaan kegiatan wisata rohani yang difasilitasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali menuai sorotan tajam.

 

Selain terungkap tidak adanya asuransi kesehatan bagi peserta, perjalanan tersebut juga berujung pada meninggalnya seorang tenaga pendidik saat mengikuti rangkaian kegiatan wisata rohani ke Masjid Al Jabbar, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Fakta ini terungkap dari hasil wawancara dengan Direktur travel pelaksana kegiatan, Reza, yang mengakui bahwa meski perjalanan melibatkan ratusan peserta lintas daerah, pihaknya hanya menyediakan asuransi perjalanan, tanpa perlindungan asuransi kesehatan.

 

Dalam keterangannya, Reza memastikan bahwa kegiatan wisata rohani tersebut dilaksanakan pada Januari, bukan Desember sebagaimana sempat beredar di publik. Ia juga menyebut pihak travel membawa tenaga medis selama perjalanan.

 

“Ada, kita ada tenaga medis. Kita bawa tenaga medis, obat-obatan sudah siap semua,” ujarnya seusia menghadiri RDP bersama Komisi I dan IV DPRD kota Bandar Lampung pada Selasa, 20 Februari 2027.

 

Menurut Reza, sebanyak tiga orang tenaga medis disertakan dalam rombongan. Namun, ketika ditanya soal jaminan perlindungan kesehatan peserta melalui asuransi, ia secara terbuka mengakui keterbatasan yang ada.

 

“Asuransinya, memang asuransinya terkait asuransi perjalanan, kalau kita tidak ada asuransi kesehatan,” katanya.

 

Bahkan, ia menegaskan bahwa untuk sejumlah penyakit tertentu, peserta tidak mendapatkan perlindungan asuransi sama sekali.

 

Ketiadaan asuransi kesehatan menjadi sorotan serius setelah seorang tenaga pendidik dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan wisata rohani tersebut.

 

Almarhum diketahui turut dalam perjalanan menuju Masjid Al Jabbar, Jawa Barat, yang menjadi salah satu tujuan utama kegiatan.

 

Reza menjelaskan, berdasarkan laporan tour leader, korban tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sejak awal keberangkatan hingga tiba di lokasi.

 

“Kalau di bis sih informasinya ceria. Ceria sampai turun kapal pun masih ada videonya. Sampai naik lantai tiga, dia duduk, kemudian dari bangun itu sudah mulai roboh,” ungkapnya.

 

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kesiapan sistem penanganan darurat dan perlindungan kesehatan peserta, terutama dalam kegiatan massal yang membawa nama pemerintah dan melibatkan aparatur maupun tenaga pendidik.

 

Dalam wawancara tersebut, Reza juga membeberkan besaran anggaran yang digunakan dalam kegiatan wisata rohani.

 

Untuk rombongan PGRI, anggaran mencapai Rp1,3 miliar. Sementara untuk keberangkatan 468 peserta lainnya, anggaran disebut berada di kisaran Rp643 juta.

 

Besarnya anggaran ini justru memperkuat kritik publik, mengingat di tengah nilai ratusan juta hingga milyaran rupiah, asuransi kesehatan bagi peserta tidak menjadi bagian dari skema perlindungan.

 

Meninggalnya seorang tenaga pendidik dalam kegiatan wisata rohani ini memperluas sorotan publik, tidak hanya pada pihak travel, tetapi juga pada Kesra sebagai penanggung jawab program serta pemerintah daerah sebagai pemilik kebijakan.

 

Sejumlah pihak menilai, kegiatan yang dibiayai dari anggaran publik seharusnya memenuhi standar perlindungan maksimal bagi peserta, termasuk jaminan asuransi kesehatan, prosedur medis darurat, serta seleksi rekanan yang ketat.

 

Kasus ini pun menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi secara menyeluruh mekanisme perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan kegiatan wisata rohani, agar insiden serupa tidak kembali terulang. (Red)

Berita Terkait

Ketua DPC Grib Jaya Pesisir Barat Kecam Aksi Main Hakim Sendiri
Sekretaris DPC ASWIN Pesisir Barat Kecam Aksi Main Hakim Sendiri
Ramadan-Lebaran 2026, Polda Lampung Ingatkan Warga Manfaatkan Layanan Hotline Polisi 110
Pemkab Pringsewu Kembali Ubah Perda No.16 Tahun 2016
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas Sampaikan LKPJ Kepala Daerah 2025
Patroli Cegah Kejahatan Jalanan, Polisi Ringkus Pemuda Bawa Senjata Tajam
Seluruh Tahanan Kabur Polres Way Kanan, Berhasil Ditangkap!
Bhayangkari Lampung Bagikan Takjil Kepada Anak Anak Penyandang Disabilitas
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 15:49 WIB

Ketua DPC Grib Jaya Pesisir Barat Kecam Aksi Main Hakim Sendiri

Senin, 2 Maret 2026 - 15:45 WIB

Sekretaris DPC ASWIN Pesisir Barat Kecam Aksi Main Hakim Sendiri

Senin, 2 Maret 2026 - 15:35 WIB

Ramadan-Lebaran 2026, Polda Lampung Ingatkan Warga Manfaatkan Layanan Hotline Polisi 110

Senin, 2 Maret 2026 - 09:19 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Ubah Perda No.16 Tahun 2016

Senin, 2 Maret 2026 - 09:15 WIB

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas Sampaikan LKPJ Kepala Daerah 2025

Senin, 2 Maret 2026 - 04:35 WIB

Seluruh Tahanan Kabur Polres Way Kanan, Berhasil Ditangkap!

Senin, 2 Maret 2026 - 04:32 WIB

Bhayangkari Lampung Bagikan Takjil Kepada Anak Anak Penyandang Disabilitas

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:17 WIB

Polsek Wonosobo Tangkap Pelaku Curas Handphone, Sempat Todong Korban dengan Pisau

Berita Terbaru

DAERAH

Pemkab Pringsewu Kembali Ubah Perda No.16 Tahun 2016

Senin, 2 Mar 2026 - 09:19 WIB