UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Tekanan terhadap Pemerintah Kota Bandar Lampung kian memuncak. Aliansi lembaga memastikan akan aksi jilid III di halaman Pemkot sebagai bentuk perlawanan terhadap dugaan kejanggalan dalam proyek CCTV “Seribu Wajah” yang digarap Dinas Kominfo.
Proyek ini bukan lagi sekadar program pengawasan berbasis teknologi, melainkan simbol dugaan ketertutupan potensi penyimpangan anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Riswan, perwakilan lembaga menegaskan bahwa pihaknya melihat indikasi kuat adanya persoalan serius dalam proyek tersebut.
“Kami menduga ada masalah mendasar, mulai dari perencanaan, proses pengadaan, hingga implementasi di lapangan. Transparansi yang minim justru memperkuat kecurigaan publik,” kata Riswan, Kamis (19/2/2026).
Menurut Riswan, proyek dengan embel-embel teknologi canggih dan keamanan publik tidak boleh menjadi tameng untuk menutup ruang kritik.
“Jangan sampai program yang katanya demi keamanan justru menyisakan pertanyaan besar soal akuntabilitas,” ujarnya.
Aliansi menilai Pemerintah Kota Bandar Lampung hingga kini belum memberikan penjelasan detail yang komprehensif kepada publik, ketertutupan informasi pintu masuk kecurigaan.
Tak hanya itu, aliansi memastikan setelah aksi jilid III akan melaporkan dugaan tersebut secara resmi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, langkah hukum ini dimaksudkan agar proyek CCTV “Seribu Wajah” diaudit secara menyeluruh dan independen.
Gelombang protes ini menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung, memilih membuka data dan menjawab kritik secara transparan, membiarkan isu ini berkembang menjadi krisis kepercayaan publik. (Red)






