Pemkab Lampung Timur Sosialisasikan Dampak Dan Penanganan Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LAMTIM– Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar sosialisasi dampak dan penanganan abu vulkanik Anak Gunung Krakatau sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sukadana Pasar, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Senin (7/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur Mohammad Ridwan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur dr. Ekawaty Apryandar, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Endah Renaningtiasih, jajaran BPBD, serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Lampung Timur Mohammad Ridwan mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, masyarakat yang telah mendapatkan pemahaman mengenai penanganan abu vulkanik diharapkan dapat meneruskan informasi yang benar kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, keluarga, dan warga lainnya.

“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir pada kesempatan ini turut menjadi agen perubahan untuk memberikan pemahaman kepada sesama perangkat desa, para tokoh masyarakat, dan seluruh warga masyarakat,” ujar Mohammad Ridwan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun selalu siaga dalam menghadapi situasi kebencanaan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan, termasuk jalur evakuasi, namun tidak perlu panik akibat informasi yang belum jelas kebenarannya.

 

“Patokannya adalah kita harus tenang, tetapi tetap siaga dan siap. Bagaimana kalau terjadi sesuatu, kita sudah tahu jalur evakuasinya ke mana,” jelasnya.

 

Mohammad Ridwan menekankan pentingnya menyaring informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru membagikan informasi terkait erupsi, gempa, maupun potensi tsunami apabila sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 

“Jangan pernah terbuai dengan informasi-informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ada informasi yang beredar di media sosial tetapi belum jelas sumbernya, jangan buru-buru di-share dan jangan ikut panik,” tegasnya.

 

Menurutnya, informasi kebencanaan harus mengacu pada sumber resmi, antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD Provinsi Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Timur, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kanal informasi resmi pemerintah, termasuk media sosial BPBD Kabupaten Lampung Timur, BPBD Provinsi Lampung, BNPB, dan BMKG, Kominfo Lampung TImur, guna memperoleh informasi yang akurat dan terkini.

 

“Kalau kita ikut membagikan konten atau informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, otomatis kita ikut membuat kegaduhan, ketidaknyamanan, dan kekhawatiran di tengah masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur dr. Ekawaty Apryandar menjelaskan bahwa abu vulkanik perlu diwaspadai karena mengandung partikel yang sangat halus. Salah satu kandungan abu vulkanik adalah silika yang dapat berdampak terhadap kesehatan apabila terhirup dalam jumlah tertentu.

Ia mengatakan, paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama apabila partikel debu masuk hingga bagian saluran pernapasan yang lebih dalam.

 

“Namanya debu, apabila terhirup dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Karena partikelnya sangat kecil, abu tersebut dapat masuk hingga bagian saluran pernapasan yang lebih dalam,” jelas dr. Ekawaty.

Untuk itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia yang dinilai lebih rentan terhadap dampak paparan abu vulkanik.(Jau)

Berita Terkait

Kadinkes Pesisir Barat Septono Hadiri Pisah Sambut Kepala UPTD Puskesmas Ngaras.
PLN Gelar Bhakti PDKB di Lampung Timur, Pemeliharaan Jaringan Dilakukan Tanpa Padamkan Listrik
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Warga Keluhkan Kualitas Pembangunan Tandon Air di Kampung Bonglai.
Ditipiter Polda Lampung Dan Pomal Tak Berdaya!! Gudang Solar Ilegal Milik Gofur Tancap Gas
Oknum TNI: solar dipindahkan dari truk Fuso ke jerigen di pinggir jalan Yos Sudarso
UKW Madya PWI Lampung Timur Dorong Wartawan Semakin Profesional dan Berintegritas
Wabup Azwar Hadi Buka Seleksi MTQ ke-53, Siapkan Generasi Qur’ani Terbaik Lampung Timur
Warga Beringin jaya Keluhkan,Pembangunan Proyek Beton Jalan Tirtayasa Asal Jadi,Tanpa Adanya Akses para Pedagang,Dinas PU Harus Bertanggung Jawab!!

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:02 WIB

Kadinkes Pesisir Barat Septono Hadiri Pisah Sambut Kepala UPTD Puskesmas Ngaras.

Selasa, 15 September 2026 - 15:17 WIB

PLN Gelar Bhakti PDKB di Lampung Timur, Pemeliharaan Jaringan Dilakukan Tanpa Padamkan Listrik

Selasa, 15 September 2026 - 03:37 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Warga Keluhkan Kualitas Pembangunan Tandon Air di Kampung Bonglai.

Selasa, 15 September 2026 - 01:40 WIB

Ditipiter Polda Lampung Dan Pomal Tak Berdaya!! Gudang Solar Ilegal Milik Gofur Tancap Gas

Selasa, 15 September 2026 - 01:37 WIB

Oknum TNI: solar dipindahkan dari truk Fuso ke jerigen di pinggir jalan Yos Sudarso

Senin, 14 September 2026 - 13:41 WIB

Wabup Azwar Hadi Buka Seleksi MTQ ke-53, Siapkan Generasi Qur’ani Terbaik Lampung Timur

Minggu, 13 September 2026 - 06:50 WIB

Warga Beringin jaya Keluhkan,Pembangunan Proyek Beton Jalan Tirtayasa Asal Jadi,Tanpa Adanya Akses para Pedagang,Dinas PU Harus Bertanggung Jawab!!

Sabtu, 12 September 2026 - 14:36 WIB

Pertandingan Persahabatan Bulutangkis Antara Kampung Bumi Agung dan Kampung Tanjung Dalam

Berita Terbaru