UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Semenjak bergulirnya reformasi Tahun 1998 oleh seorang reformis yang juga Tokoh Muhammadiyah Buya Amien Rais , organisasi masyarakat tumbuh bak jamur di musim hujan. Gugur satu, tumbuh seribu. Hari ini tepatnya Jumat, 30 Januari 2026 di Provinsi Lampung berkumpul asosiasi yang bernama Asosiasi Masyarakat Penambang Tradision atau (Ampetra). Rapat konsolidasi Perdana dilaksanakan di Cafe Nuwo 99 Enggal Bandarlampung.
Konsolidasi pertama ini dihadiri oleh Ketua Umum Bung Yusran, Bendahara Umum Abdullah Puteh, Wasekjen Sari, dan jajaran DPP pusat. Tampak hadir juga dari DPW yakni Ketua Samsudin, Sekretaris Bung Andri PH, Bendahara Aditiatama, beserta Jajaran DPW, serta dihadiri juga dari DPC Tanggamus, Pesawaran, Lampung, Way Kanan, dan Bandar Lampung. Menurut Sekretaris Bung Andri, ada 8 DPC yang hadir dalam Konsolidasi pertama yang digelar di Bandar Lampung hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya Ketua DPW Bung Samsudi menyampaikan terimakasih kepada semua Calon Pengurus yang sudah memenuhi undangan DPW Ampetra Lampung.
“Semoga Asosiasi yang kita bangun dapat membantu masyarakat yang selama ini menjadi penambang, menjadi aman dan tenteram dalam menambang melalui hadirnya Asosiasi Ametra yang notabena baru hadir di Lampung hari ini”, ujar Bung Samsudin.
Menurut Ketum Ampetra kedepan para penambang akan lebih nyaman dengan ada legalitas dalam menambang. Dengan hadirnya Asosiasi Ampetra dan Satgas yang ada, diharapkan tidak terjadi lagi pungli yang ada dilingkungan masyarakat penambang tradisional.
Dalam sambutannya juga beliau menyampaikan setelah kepengurusan selesai tiga bulan kedepan, semua pengurus siap dilantik oleh Ketua Umum Ampetra di Jakarta. (Armizi)






