UNGKAPPOST, Lampung Timur – Pembangunan desa tidak lagi bisa dipandang sebagai aktivitas seremonial yang berhenti pada papan proyek dan laporan administrasi semata. Desa hari ini adalah wajah paling nyata dari kehadiran negara, karena Membangun Desa Membangun Negeri.
Ketika desa bergerak maju, mandiri, tertib, dan terkelola dengan baik, maka disanalah sesungguhnya negara bekerja. Inilah semangat yang tercermin dari kepemimpinan Kepala Desa Negara Nabung, Samsi, S.A.P, yang perlahan namun pasti membangun desanya menuju konsep negeri SAE -(baik),subur,makmur, sehat, aman,berkembang,Maju,mandiri,dan Sejahtera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Genap dua tahun di bawah kepemimpinan Samsi, pembangunan desa tidak dijalankan secara sporadis, melainkan terencana dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
Dimulai tahun 2024 sampai 2025 genap dua tahun menjabat menjadi salah satu bukti konkret bagaimana pembangunan difokuskan pada infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kepentingan warga yaitu Peningkatan jalan, Jembatan,jalan usaha tani dan Pemberdayaan Masyarakat.
Jalan desa bukan sekadar jalur lalu lintas, melainkan nadi kehidupan masyarakat. Jalan yang layak membuka akses ekonomi, mempermudah mobilitas hasil pertanian, mempercepat pelayanan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Begitu pula gorong-gorong dan drainase, yang kerap dianggap sepele, padahal memiliki peran penting dalam mencegah banjir, membuka akses alur air mengalir,menjaga ketahanan jalan, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Sementara pembangunan akses transportasi jalan tani menjadi jantung bagi keberlangsungan sektor pertanian, yang hingga kini masih menjadi sandaran utama masyarakat desa setempat.
Apa yang dilakukan Samsi menunjukkan pemahaman bahwa membangun desa tidak bisa setengah-setengah. Infrastruktur harus dibangun dengan visi jangka panjang, bukan sekadar menghabiskan anggaran tahunan.
“Di sinilah letak nilai kepemimpinan desa yang patut diapresiasi,Kepala desa tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi sebagai penggerak perubahan dan penjaga arah pembangunan”.ujar Samsi senin (02/02/2026).
Konsep Negeri SAE,Subur,makmur yang digaungkan bukan sekadar jargon. “Sehat” diwujudkan melalui lingkungan yang tertata dan sistem semua sektor yang baik. “Aman” tercermin dari akses jalan yang memadai serta infrastruktur yang mengurangi risiko kecelakaan dan bencana. Sementara “Ekonomis” tampak dari upaya melakukan pemberdayaan masyarakat dan memperkuat basis ekonomi warga melalui infrastruktur pendukung pertanian dan distribusi hasil usaha.
Namun demikian, pembangunan desa tidak boleh berhenti pada fisik semata. Tantangan ke depan adalah memastikan partisipasi masyarakat tetap terjaga, transparansi anggaran terus dikedepankan, dan hasil pembangunan dirawat bersama.
Kepala desa yang kuat adalah mereka yang mampu membangun kepercayaan publik, membuka ruang dialog, dan menjadikan warga sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
“Dalam konteks yang lebih luas, apa yang dilakukan di Desa Negara Nabung sesungguhnya menjadi miniatur bagaimana Negara seharusnya hadir. Negara tidak selalu harus tampil dalam kebijakan besar dan pidato megah. Kadang, Negara hadir melalui jalan desa yang mulus,Akses jqlqn usaha tani Baik,saluran air yang lancar, dan sawah yang mendapat aliran irigasi cukup”,urai kepala Desa Negara Nabung.
Kepala Desa Samsi telah menunjukkan bahwa dari desa, mimpi tentang Negeri yang SAE bisa dirintis. Tugas kita bersama adalah memastikan ikhtiar ini terus berlanjut, dikawal, dan dijadikan inspirasi. Sebab membangun desa berarti membangun Indonesia, dari pinggiran, dari bawah, dan dari hati rakyatnya sendiri. (A. Surya)







