UNGKAPPOST, Pesisir Barat – Rangkaian Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademis (TKA) tahun 2026 tingkat SD dan SMP resmi digelar serentak mulai tanggal 9 hingga 17 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kestabilan jaringan internet serta memastikan kesiapan perangkat digital sebelum pelaksanaan ujian yang sesungguhnya.
Berbeda dengan simulasi biasa, gladi bersih kali ini dirancang menyerupai kondisi nyata guna menguji kesiapan sistem, infrastruktur, dan teknisi di lapangan.
“Gladi bersih krusial untuk memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal serta minimalkan kendala, ” ujar Kepala Pusat Pendidikan Pesisir Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Sekolah SDN 25 Krui, Endang Mujianto, S.Pd.I., menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah ini meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas.
“Kami sangat mendukung pembelajaran berbasis digital. Namun, sebagai sekolah di wilayah 3T, akses jaringan internet masih menjadi kendala utama sehingga proses digital belum maksimal. Untuk sumber listrik pun, kami masih mengandalkan generator atau genset,” ungkap Endang Mujianto saat meninjau pelaksanaan gladi.
Kehadiran Kepala Sekolah di ruang ujian juga bertujuan untuk memberikan motivasi langsung kepada para siswa. Menurutnya, partisipasi murid dalam gladi ini adalah tahap krusial untuk mendukung evaluasi mutu pendidikan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Endang Mujianto juga berpesan kepada seluruh dewan guru di SDN 25 Krui agar lebih giat dan amanah dalam menjalankan tugas. Beliau berharap SDN 25 Krui dapat menjadi contoh nyata bagi kemajuan pendidikan, khususnya bagi siswa-siswi di wilayah Way Haru yang mencakup empat pekon tersebut.
Apresiasi tinggi datang dari Huzairi, salah satu tokoh masyarakat Way Haru sekaligus kontrol sosial di wilayah tersebut. Ia mengaku bangga atas dedikasi para guru yang tetap gigih mengajar meski dalam keterbatasan.
“Saya sangat bangga atas kinerja para guru yang bersusah payah menyumbangkan ilmunya. Secara khusus, saya berterima kasih kepada Bapak Endang Mujianto yang telah mengabdi sejak tahun 2017 hingga 2026 ini,” ujar Huzairi.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai bagian dari masyarakat, dirinya merasa disambut baik oleh pihak sekolah dalam menjalankan fungsi kontrol sosial demi kemajuan pendidikan di desa terpencil tersebut.(Fitriawan)






