UNGKAPPOST, Palembang – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII mempercepat penanganan banjir di Palembang yang dalam beberapa tahun terakhir kian sering menggenangi kawasan permukiman.
Fokus utama diarahkan pada normalisasi Sungai Bendung: pelebaran aliran yang menyempit dan pengerukan sedimentasi yang menumpuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Humas BBWS Sumatera VIII, Nando, menyatakan pengerjaan fisik telah berjalan setelah pemetaan titik rawan banjir dilakukan di sejumlah sektor kota.
“Kami terus mengupayakan pengendalian banjir di Palembang,” kata dia.
Selain pada aliran utama sungai, BBWS juga memperbaiki sejumlah kolam retensi yang berfungsi menahan limpahan air saat curah hujan tinggi. Ada lima kolam retensi yang menjadi sasaran penataan, dua di antaranya berada di bawah kewenangan BBWS, yakni Kolam Retensi Pompa Bendung 10 Ilir dan Kolam Retensi Brimob.
Nando mengatakan pihaknya siap turun tangan jika kolam retensi yang dikelola Pemerintah Kota Palembang mengalami kendala pendanaan maupun teknis.
“Ini kerja bersama antara BBWS, Pemkot, dan Pemprov. Kalau Pemkot tak mampu mengerjakan, BBWS akan membantu,” ujarnya.
Tak hanya di Sungai Bendung, normalisasi juga menyasar Sungai Seduduk Putih yang kerap memicu genangan saat hujan deras. Langkah terintegrasi ini diharapkan dapat mengurangi banjir yang acap muncul di wilayah perkotaan hingga lingkungan padat penduduk. (Red)






