UNGKAPPOST, Pringsewu – Sebuah gagasan besar tengah disiapkan di Bendungan Way Sekampung, Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Bukan sekadar ruang terbuka, kawasan ini akan disulap menjadi amphiteater sebagai ikon baru akulturasi budaya asli Lampung dan budaya pendatang yang digadang-gadang menjadi pusat pertemuan seni dan budaya di Lampung.
Inisiasi dan pembangunan fisik amphiteater ini digagas langsung oleh Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra yang ditujukan untuk ruang ekspresi bagi keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat. Konsepnya tak hanya sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga simbol harmoni kehidupan warga yang majemuk di Pringsewu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Amphiteater ini kita siapkan sebagai wadah akulturasi budaya, tempat masyarakat bisa menampilkan dan merawat keberagaman budaya yang kaya,” ujar Yunnus saat mendampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung meninjau lokasi, Kamis (16/4/2026).
Gagasan ini merupakan kelanjutan dari program Pringsewu Cultural Festival (PCF) yang sebelumnya sukses menarik partisipasi masyarakat. Bedanya, amphiteater ini akan menjadi fasilitas permanen yang terintegrasi langsung dengan panorama Bendungan Way Sekampung.
Dalam peninjauan tersebut, hadir pula Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah Andi Purwanto, Tim 1 Visitasi KONI Pusat Kolonel (Purn) Irfan Bachtiar, Ketua Umum KONI Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M, Ketua KONI Kabupaten Pringsewu dr. Ferdy Djaya Saputra, serta sejumlah pejabat lainnya.
Menariknya, di balik pengembangan ruang budaya ini, terselip agenda besar lain yang tak kalah ambisius. Kawasan Bendungan Way Sekampung juga tengah disurvei sebagai calon venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, khususnya untuk cabang olahraga dayung dan ski air.
Tim visitasi KONI Pusat menilai lokasi tersebut memiliki potensi kuat, mulai dari luas perairan hingga kondisi alam yang mendukung untuk penyelenggaraan kompetisi olahraga air tingkat nasional.
Dengan demikian, Bendungan Way Sekampung diproyeksikan menjadi kawasan terpadu: siang hari menjadi arena olahraga berkelas nasional, sementara malamnya hidup sebagai panggung budaya yang menyatukan berbagai tradisi.
Perpaduan ini diharapkan tak hanya mengangkat nama Pringsewu di tingkat nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Jika terealisasi, amphiteater akulturasi budaya dan venue PON ini akan menjadi tonggak baru, menandai transformasi Bendungan Way Sekampung dari sekadar infrastruktur air menjadi ikon kebanggaan masyarakat Pringsewu. (**)






