UNGKAPPOST, Pringsewu – Di tengah padatnya tugas sebagai anggota kepolisian, sosok ini membuktikan bahwa dedikasi pada pendidikan bisa berjalan beriringan dengan pengabdian negara. Ipda Acep Saputra, personel Polres Pringsewu, berhasil meraih gelar doktor di bidang Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Acep yang sehari-hari menjabat sebagai Kaur Bin Ops Sat Intelkam Polres Pringsewu itu kini menjadi satu-satunya anggota di lingkungan Polres Pringsewu yang menyandang gelar doktor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gelar prestisius tersebut diraih setelah Ipda Acep dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi Doktor Program Studi S3 yang digelar di Auditorium Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung pada Senin (8/4/2026). Ia lulus dengan predikat Summa Cum Laude, predikat akademik tertinggi, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87.
Dalam sidang tersebut, Acep mengangkat disertasi berjudul “Strategi Pemberdayaan Melalui Pembinaan Sumber Daya Manusia Kepolisian Berbasis Assessment Center dalam Meningkatkan Pelayanan Masyarakat di Polda Lampung.” Penelitian ini memadukan pendekatan manajemen sumber daya manusia dengan perspektif Pengembangan Masyarakat Islam.
Melalui metode kualitatif studi kasus, Ipda Acep mengidentifikasi empat tahapan penting dalam pembinaan SDM kepolisian berbasis assessment center. Mulai dari identifikasi kebutuhan kompetensi, penyusunan program pembinaan, pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, hingga evaluasi dan umpan balik yang sistematis.
“Assessment center bukan sekadar alat seleksi. Ia adalah sistem pembinaan komprehensif yang menilai personel secara multidimensi, dari kompetensi teknis hingga karakter dan empati dalam melayani masyarakat,” ujar Ipda Acep
Sidang promosi doktor tersebut dipimpin Prof. H. Wan Jamaluddin Z selaku ketua sidang, didampingi Dr. M. Mawardi J sebagai sekretaris. Sementara tim penguji terdiri dari sejumlah akademisi, di antaranya Prof. Dr. Fitri Yanti, Prof. Dr. H. M. Bahri Ghazali, Dr. Hasan Mukmin, Prof. Dr. Hj. Rini Setiawati, dan Prof. Dr. Tulus Suryanto.
Perjalanan pendidikan Ipda Acep tidak instan. Ia memulai dari S1 Hukum di Universitas Saburai, kemudian melanjutkan S2 Magister Hukum di Universitas Bandar Lampung, hingga akhirnya menuntaskan studi doktoralnya di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Kapolres Pringsewu M. Yunnus Saputra turut menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan Ipda Acep sebagai kebanggaan, tidak hanya bagi institusi Polres Pringsewu, tetapi juga bagi institusi Polri secara umum.
“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Di tengah kesibukan tugas sebagai anggota Polri, Ipda Acep mampu menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kapasitas diri hingga meraih gelar doktor dengan predikat tertinggi,” ujar Yunnus.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam tugas operasional, tetapi juga harus terus mengembangkan kompetensi akademik dan intelektual.
Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel di jajaran Polres Pringsewu untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
“Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi anggota lainnya. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menilai tema disertasi yang diangkat Acep sangat relevan dengan kebutuhan institusi Polri saat ini, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis kompetensi dan pelayanan publik yang humanis.
“Gagasan tentang pembinaan SDM berbasis assessment center ini sangat strategis. Jika diimplementasikan dengan baik, tentu akan memperkuat profesionalisme anggota Polri sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong inovasi dan pemikiran ilmiah seperti yang dilakukan Acep agar dapat diadopsi dalam praktik di lapangan.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi bisa diimplementasikan dalam tugas sehari-hari, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi institusi dan masyarakat,” pungkasnya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tak mengenal batas profesi. Di balik seragam kepolisian, Acep menunjukkan bahwa peningkatan kualitas diri adalah bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (**)






