Kasus Pengeroyokan Lampung, Korban Minta Keadilan ke Kapolda

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung – Kasus pengeroyokan Lampung yang menimpa Kurnia Islami Firdaus, warga Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, kini menjadi perhatian publik. Korban meminta Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf segera menangkap para pelaku dan mengusut tuntas perkara yang membuatnya mengalami luka berat.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Lampung melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/469/VI/2026/SPKT/Polda Lampung tertanggal 24 Juni 2026.

 

 

Sebelumnya, korban melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap istrinya, Intan. Namun, persoalan itu justru berujung pada dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban mengalami luka serius, termasuk benturan keras di bagian kepala hingga diduga menembus tempurung kepala.

 

 

Korban Ceritakan Kronologi Dugaan Pengeroyokan

 

 

Menurut keterangan korban, peristiwa bermula saat dirinya mengetahui dugaan pelecehan terhadap istrinya oleh seorang pekerja renovasi rumah. Selanjutnya, ia mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi kepada terduga pelaku.

 

 

Namun, setibanya di lokasi, korban mengaku sejumlah orang langsung menyerangnya secara bersama-sama hingga mengalami luka berat.

 

 

Korban mengatakan para pelaku memukul, menendang, dan menghantam kepalanya menggunakan benda tumpul.

 

 

“Saya dipukuli, ditendang dan kepala saya dipukuli pakai balok,” ujar korban.

 

 

H3: Korban Mengaku Terkendala Biaya Pengobatan

 

 

Selain mengalami luka berat, korban mengaku kesulitan menjalani perawatan karena terbentur biaya pengobatan.

 

 

“Kondisi saat ini terkendala biaya jadi terpaksa dirawat dirumah, karena ini akibat penganiayaan jadi biaya rumah sakit tidak di klaim BPJS,” ucap korban sambil terbata-bata pada, Kamis (25/6/2026).

 

 

Selanjutnya, korban menjelaskan kondisi ekonomi keluarganya semakin berat karena dirinya tidak lagi mampu bekerja.

 

 

“Apalagi adik saya yang satu masih kuliah jadi masih banyak butuh biaya, ditambah lagi kondisi saya seperti ini, sudah gak bisa kerja lagi,” jelasnya dengan suara bergetar.

 

 

Korban juga mengaku nyawanya kemungkinan tidak tertolong apabila sang adik tidak datang saat kejadian berlangsung.

 

“Mungkin saat kejadian kalau adik saya gak datang mungkin saya sudah mati,” ungkapnya.

 

 

Adik Korban Temukan Kakaknya Bersimbah Darah

 

 

Adik korban, Aken Suanda, menyatakan dirinya menemukan kakaknya sudah tergeletak dengan luka serius dan tubuh berlumuran darah ketika tiba di lokasi kejadian.

 

 

Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah warga dan perangkat desa di lokasi. Namun, menurutnya, tidak ada upaya pencegahan yang signifikan saat peristiwa berlangsung.

 

 

Istri Korban Alami Trauma

 

 

Sementara itu, Intan, istri korban, mengalami trauma berat setelah dugaan pelecehan yang menimpanya. Hingga kini, ia mengaku takut keluar rumah dan enggan kembali ke rumah barunya di Perumahan Safira Residence.

 

 

Korban Minta Keadilan kepada Kapolda Lampung

 

 

Korban berharap Polda Lampung segera bekerja secara profesional dan menuntaskan perkara tersebut.

 

 

“Saya minta keadilan, saya percayakan masalah ini kepada pihak kepolisian, saya yakin Bapak Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mampu memberikan keadilan,” tegas korban.

 

 

Keluarga Berharap Polisi Usut Tuntas

 

 

Keluarga korban berharap penyidik Polda Lampung segera memeriksa seluruh saksi, menangkap para terduga pelaku, serta mengusut tuntas dugaan pelecehan maupun dugaan pengeroyokan.

 

 

Kini, masyarakat menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dalam menangani kasus pengeroyokan Lampung tersebut.

(Yani)

Berita Terkait

Rp215,28 Juta Pembayaran Honorer SMA Negeri 1 Pagelaran Dipertanyakan, Humas Bungkam Hingga Berita Turun
Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Publik
Kacabdin Wilayah II Apresiasi Program Green School PT PGE Ulubelu
Kapolda Lampung Pimpin Sertijab 12 Pejabat Strategis, Perkuat Organisasi dan Pelayanan Polri Presisi
Masyarakat Kampung Karangan Berswadaya Memperbaiki Jalan Kabupaten Dengan Pekerjaan Rabat Beton
Uji Coba Bus Dimulai, Pemkot Bandar Lampung Dorong Kebangkitan Transportasi Publik
Ketua PAC GRIB Jaya Bangkunat Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Pengawasan Proyek Revitalisasi di Pesisir Barat
Stop Kekerasan Kepada Anak, Pemkab Pesawaran Gelar Sosialisasi, Dalam Rangka memperingati Hari Anak Nasional ke 42 tahun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:38 WIB

Rp215,28 Juta Pembayaran Honorer SMA Negeri 1 Pagelaran Dipertanyakan, Humas Bungkam Hingga Berita Turun

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:38 WIB

Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Publik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kacabdin Wilayah II Apresiasi Program Green School PT PGE Ulubelu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:34 WIB

Kapolda Lampung Pimpin Sertijab 12 Pejabat Strategis, Perkuat Organisasi dan Pelayanan Polri Presisi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Masyarakat Kampung Karangan Berswadaya Memperbaiki Jalan Kabupaten Dengan Pekerjaan Rabat Beton

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:47 WIB

Ketua PAC GRIB Jaya Bangkunat Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Pengawasan Proyek Revitalisasi di Pesisir Barat

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:02 WIB

Stop Kekerasan Kepada Anak, Pemkab Pesawaran Gelar Sosialisasi, Dalam Rangka memperingati Hari Anak Nasional ke 42 tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:30 WIB

Sairul Sidiq Kembali Nahkodai Ketua DPC PKB Kab. Way Kanan Tahun 2026 – 2031

Berita Terbaru