PRINGSEWU ,Ungkappost.com– Transparansi pengelolaan anggaran di SMA Negeri 1 Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, kini menjadi sorotan tajam. Pihak sekolah hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban resmi atas permintaan konfirmasi media terkait rincian pembayaran tenaga honorer tahun anggaran 2025 yang totalnya mencapai ratusan juta rupiah.
Konfirmasi resmi disampaikan media melalui pesan WhatsApp kepada Humas SMA Negeri 1 Pagelaran pada Senin, 4 Agustus 2025 pukul 12.02 WIB. Dalam permintaan itu, pihak media meminta penjelasan lengkap terkait data pembayaran honorer yang tercatat dalam dua tahap pencairan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang beredar, pembayaran tenaga honorer di sekolah itu terbagi menjadi dua tahap. Tahap 1 dicairkan sebesar Rp 125.400.000, sedangkan Tahap 2 sebesar Rp 89.880.000. Jika dijumlahkan, total keseluruhan dana yang digunakan untuk pembayaran honorer mencapai Rp 215.280.000.
Sayangnya, dari tiga pertanyaan dasar yang diajukan media, tidak satu pun mendapatkan tanggapan dari pihak sekolah hingga kini. Poin yang diminta klarifikasi meliputi jumlah pasti tenaga honorer yang menerima pembayaran tersebut, sumber dana yang digunakan untuk mencairkan ratusan juta rupiah itu, serta bukti kesesuaian antara data administrasi dengan realitas penerima di lapangan.
Padahal, keterbukaan data penggunaan anggaran di lembaga pendidikan negeri bukanlah hal yang bisa ditawar. Sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap institusi yang dibiayai pajak rakyat wajib memberikan penjelasan terbuka terkait pengelolaan anggaran negara, termasuk dana BOS dan pembayaran tenaga honorer. Kewajiban ini berlaku tanpa kecuali, guna menjamin akuntabilitas dan mencegah penyimpangan.
Sikap bungkam yang diambil Humas SMA Negeri 1 Pagelaran justru memicu spekulasi yang makin meluas di tengah masyarakat. Banyak warga mempertanyakan: apakah seluruh dana sebesar Rp 215,28 juta itu benar-benar sampai utuh ke tangan guru honorer yang berhak menerimanya? Apakah ada nama-nama fiktif dalam daftar penerima? Atau sumber dana yang digunakan justru diambil dari pos anggaran lain yang semestinya untuk kepentingan siswa?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih terus menunggu jawaban resmi dari pihak SMA Negeri 1 Pagelaran. Pihak sekolah diharapkan segera membuka seluruh data pembayaran secara terang benderang, bukan justru bersembunyi di balik ketiadaan jawaban yang hanya makin menguatkan dugaan ada hal yang tidak beres di balik pengelolaan ratusan juta rupiah uang rakyat itu. (Tim)

