Masyarakat Pekon Wayharu, Marga Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat kembali menghidupkan kembali adat istiadat yang hampir di tinggalkan di Marga Belimbing, Komitmen itu diwujudkan melalui pendirian Sanggar Budaya untuk generasi muda, bertempat di rumah Banjarmasin, Pekon Wayharu, Marga Belimbing, Minggu 07/06/2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyimbang adat Marga Belimbing, Raja Mangku simbangan Romzi menyampaikan ” Saya prihatin terhadap ketertinggalan atas adat dan budaya yang ada di Marga Belimbing, dan itu muncul karena banyak sekali anak muda yang sudah tidak lagi peduli tentang adat yang ada di Marga Belimbing ini, Padahal adat itu adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern
Adat itu bukan hanya sekadar acara nikahan atau pesta semata melainkan Adat adalah tata cara kita hidup seperti gotong royong, musyawarah, menjaga alam dan masih banyak lagi, Kalau tidak kita ajarkan atau hidupkan Kembali pada Gerasi saat ini mungkin 10 tahun kemudian adat dan budaya marga Belimbing hanya akan tinggal nama saja, ungkap Romzi.
Maka dari itu ketua adat dan suku suku Penyimbang adat yang ada di Marga Belimbing berusaha untuk menghidupkan lagi apa yang semestinya kita jaga dan kita lestarikan melalu musyawarah bersama di kediaman Bapak Raja Mangku Simbangan ( Lamban Banjar Masin )
Peratin Pekon Wayharu Tasman juga menyatakan siap mendukung secara penuh atas apa yang sudah menjadi kesepakatan para suku suku penyimbang adat untuk melestarikan lagi adat dan budaya yang ada di Marga Belimbing
Tak lupa ketua ormas Grip Jaya Bangkunat Fitriawan juga ikut mendukung pelestarian adat budaya leluhur yang ada di Marga Belimbing
( Huzairi)

