Lampung Fest 2025: Perayaan Budaya yang Menginspirasi

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGKAPPOST, Bandar Lampung – Lampung Fest 2025 menjadi ruang besar bagi ekspresi budaya lintas daerah yang hidup dan berkembang di Bumi Ruwa Jurai.

 

Salah satu penampilan yang cukup menyedot perhatian pengunjung adalah atraksi kuda lumping atau jaranan, yang dibawakan oleh belasan komunitas dari berbagai kabupaten/kota di Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pertunjukan kuda lumping tahun ini ditampilkan sepanjang hari, mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

 

Pengunjung dapat menyaksikan ragam gaya dan kekuatan tradisi dari komunitas-komunitas kuda lumping yang hadir secara bergantian di panggung budaya.

 

Sesi siang menghadirkan Satrio Putro Legowo Natar (Lampung Selatan), Turonggo Tri Budoyo Tanjungsari (Lampung Selatan), Condro Dewi Kalianda (Lampung Selatan), Putra Jaya (Bandar Lampung), TCM Waway Karya (Lampung Timur), Langgeng Budoyo KS02 Bandar Jaya (Lampung Tengah), serta Rampak Bebas/Bekes Bareng.

 

Malam harinya giliran Turonggo Budoyo (Tulang Bawang Barat), Atmojo Budoyo (Pringsewu), Turonggo Wahyu Budoyo (Tulang Bawang Barat), dan Turonggo Tunas Mudo (Lampung Timur) menghidupkan suasana.

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menilai bahwa penampilan ini menjadi cermin kuatnya keragaman budaya di provinsi ini.

 

“Orang Lampung asal Jawa Timur telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan pembangunan di Tanah Lado. Selain menjaga tradisi, mereka ikut menghidupkan ruang-ruang kebudayaan di Lampung,” ujar Bobby.

 

Ia mengutip pesan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang berulang kali menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan provinsi ini.

 

“Gubernur Mirza selalu mengatakan bahwa Lampung yang dihuni oleh berbagai etnis adalah bukti nyata bagaimana keberagaman justru melahirkan harmoni,” kata Bobby.

 

“Semua sudah menganggap Lampung sebagai rumah sendiri. Itu kekuatan besar yang harus dijaga bersama,” tambahnya.

 

Sepanjang pertunjukan, tiap komunitas menghadirkan atraksi terbaik, dari gerak tari sampai pola formasi. Tidak ketinggalan adegan trance, unsur khas yang menjadi ciri khas kesenian rakyat Jawa Timur ini.

 

Banyak penonton berhenti sejenak untuk menikmati penampilan yang menggunakan kuda anyaman bambu ini, bahkan ada yang mengikuti penampilan satu kelompok sampai selesai.

 

Menurut Bobby, padatnya pengunjung di area medium stage menunjukkan bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

 

“Yang membuat acara ini istimewa, komunitas-komunitas tersebut tampil sambil berlomba dengan penuh kegembiraan. Semangat mereka menular ke penonton. Ada energi kebersamaan yang sangat terasa,” tambahnya.

 

Kemeriahan ini dinikmati oleh warga sekitar Bandar Lampung, dan juga penonton dari berbagai daerah.

 

Sulastri (65), warga Karanganyar, Lampung Selatan, hadir bersama anak, menantu, dan cucunya.

 

“Kebetulan sekali datang pas jadwal kuda lumping. Sudah lama tidak lihat penampilan seperti ini. Sudah lama tidak pulang ke Jawa Timur, Lampung sudah jadi rumah sendiri,” tutur Sulastri.

 

Sementara itu, Johan (32), wisatawan asal Palembang, mengaku sengaja mampir ke Lampung Fest 2025 sebelum kembali melalui jalan tol.

 

“Saya cuma sempat nonton sekitar 15 menit, tapi puas sekali. Energinya luar biasa. Ternyata di Lampung banyak komunitas kuda lumping,” ujarnya.

 

“Liburan dua hari di Lampung berasa lengkap. Dapat alamnya, dapat kulinernya, dan dapat keragaman budayanya,” tambahnya.

 

Lampung Fest akan terus berlangsung hingga 25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, dengan rangkaian atraksi budaya setiap hari. (**)

Berita Terkait

Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Publik
Kacabdin Wilayah II Apresiasi Program Green School PT PGE Ulubelu
Masyarakat Kampung Karangan Berswadaya Memperbaiki Jalan Kabupaten Dengan Pekerjaan Rabat Beton
Indra Feriza: Jangan Cuma Bagi Beras, Atasi Banjir dari Hulunya
Stop Kekerasan Kepada Anak, Pemkab Pesawaran Gelar Sosialisasi, Dalam Rangka memperingati Hari Anak Nasional ke 42 tahun
Sairul Sidiq Kembali Nahkodai Ketua DPC PKB Kab. Way Kanan Tahun 2026 – 2031
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lampung Timur Dirangkai Hiburan Rakyat, Festival UMKM hingga Harkopnas 20 Juli 2026
Polsek Baradatu Ringkus Diduga Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Gedung Pakuon

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:38 WIB

Rp215,28 Juta Pembayaran Honorer SMA Negeri 1 Pagelaran Dipertanyakan, Humas Bungkam Hingga Berita Turun

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:38 WIB

Kapolres Pringsewu Berganti, Bupati Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Publik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kacabdin Wilayah II Apresiasi Program Green School PT PGE Ulubelu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:34 WIB

Kapolda Lampung Pimpin Sertijab 12 Pejabat Strategis, Perkuat Organisasi dan Pelayanan Polri Presisi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Masyarakat Kampung Karangan Berswadaya Memperbaiki Jalan Kabupaten Dengan Pekerjaan Rabat Beton

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:47 WIB

Ketua PAC GRIB Jaya Bangkunat Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Pengawasan Proyek Revitalisasi di Pesisir Barat

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:02 WIB

Stop Kekerasan Kepada Anak, Pemkab Pesawaran Gelar Sosialisasi, Dalam Rangka memperingati Hari Anak Nasional ke 42 tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:30 WIB

Sairul Sidiq Kembali Nahkodai Ketua DPC PKB Kab. Way Kanan Tahun 2026 – 2031

Berita Terbaru