UNGKAPPOST, Pesisir Barat – Aroma tidak sedap menyerbak di Pemerintahan Pekon penyandingan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.
Oknum Peratin (Kepala Desa) Pekon penyandingan, berinisial R, diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2023- 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan ini mencuat setelah sejumlah warga menyuarakan kekecewaan mereka terhadap tata kelola keuangan desa yang dinilai tidak transparan dan terindikasi merugikan keuangan negara.
Salah seorang warga Pekon penyandingan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa praktik dugaan korupsi ini disinyalir telah terjadi sejak tahun 2023 – 2025.
Menurutnya, masyarakat selama ini hanya bisa menyaksikan tanpa adanya penjelasan yang jelas mengenai realisasi anggaran di lapangan.
“Kami menduga telah terjadi aksi penyalahgunaan uang negara. Masyarakat merasa tidak ada keterbukaan, sehingga kami memutuskan untuk melaporkan hal ini agar menjadi perhatian publik dan pihak berwenang,” ujar warga tersebut kepada awak media, senen (11/03/2026).
Masyarakat Pekon penyandingan, berharap agar laporan dan keluhan ini tidak sekadar menjadi angin lalu. Mereka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) serta instansi terkait untuk turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
“Kami ingin ada tindakan nyata yang memberikan efek jera. Jangan sampai oknum aparatur desa merasa kebal hukum setelah diduga menilap dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa,” tambahnya.
Warga menegaskan bahwa mereka menuntut agar oknum Peratin tersebut diproses sesuai dengan ketentuan hukum pidana maupun perdata yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih lanjut, perwakilan masyarakat ini meminta Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) untuk segera melakukan audit investigasi.
“Kami sangat berharap aduan ini ditindaklanjuti demi perubahan yang lebih baik di Pekon penyandingan .Kami ingin desa kami bersih dari praktik korupsi agar pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Temukan lebih Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Peratin Pekon penyandingan, guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut terkait dugaan yang dituduhkan warga tersebut. (Dicky)






