UNGKAPPOST, Way Kanan – Asisten 1 Pemkab Way Kanan Ixuan Akhmadi menghadiri serta membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan di Aula Kecamatan Buay Bahuga, Rabu 10/02/2026.
Dalam sambutanya Ixuan Akhmadi mengatakan ” Musrenbang ini merupakan bagian dari agenda tahunan perencanaan pembangunan daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 serta pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2025-2029.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Musrenbang Kecamatan adalah tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyusun dan menyepakati arah pembangunan yang akan Kita laksanakan pada tahun 2027”, ujar Ixuan Akhmadi.
Ixuan Akhmadi menegaskan bahwa perencanaan yang disusun saat ini merupakan fondasi pembangunan Kabupaten Way Kanan dalam lima tahun kedepan. Untuk itu, seluruh usulan yang disepakati harus selaras dengan visi dan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Fondasi pembangunan yang Kita letakkan hari ini akan menentukan arah kemajuan Kabupaten Way Kanan dalam lima tahun ke depan, sehingga setiap usulan harus disusun secara matang dan bertanggungjawab”, tegas Ixuan Akhmadi.
Dalam forum Musrenbang Kecamatan Buay Bahuga, Ixuan Ahmadi menyampaikan bahwa tema pembangunan Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 adalah “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan”. Tema ini menjadi acuan utama dalam penyusunan program dan kegiatan di tingkat Kecamatan dan Kampung.
“Tema pembangunan Tahun 2027 menegaskan komitmen Kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi lokal yang ditopang oleh infrastruktur dan layanan dasar yang berkelanjutan”, jelasnya.
Untuk mengimplementasikan tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menetapkan lima prioritas pembangunan daerah, yaitu:
Peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan pendidikan dan kesehatan serta percepatan penurunan stunting;
Penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui hilirisasi produk pertanian dan pemberdayaan UMKM;
Peningkatan kualitas infrastruktur wilayah;
Penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital; serta
Pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Lima prioritas pembangunan ini harus menjadi pedoman utama dalam penyusunan usulan program di tingkat kecamatan dan kampung agar pembangunan berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat”, kata Ixuan Ahmadi.
“Capaian Indeks Desa Kecamatan Buay Bahuga patut Kita apresiasi karena menunjukkan hasil pembangunan yang positif. Meski capaian Indeks Desa menunjukkan hasil yang baik, evaluasi per dimensi menunjukkan bahwa dimensi ekonomi dan layanan dasar telah sangat tinggi, sementara dimensi lingkungan dan aksesibilitas masih memerlukan perhatian dan intervensi lebih lanjut.
“Kita tidak boleh berpuas diri, karena masih terdapat tantangan pada dimensi lingkungan dan aksesibilitas yang harus menjadi fokus perhatian bersama”, lanjutnya.
Dalam sambutannya, Ixuan Akhmadi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan masih sangat bergantung pada pendapatan transfer sebesar sekitar 90 persen dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Pada Tahun 2026, pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp164 miliar dibandingkan Tahun 2025 akibat kebijakan efisien TKD yang bersumber dari DAK, DBH, DAU, dan Dana Desa sebagaimana tertuang dalam Surat Kementerian Keuangan Nomor: S-62/PK/2025.
“Kondisi fiskal daerah saat ini menuntut Kita untuk lebih selektif dan bijak dalam menyusun prioritas belanja pembangunan”, jelasnya.
Dengan berkurangnya dana transfer, Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperioritaskan belanja wajib dan mengikat, seperti gaji dan tunjangan ASN termasuk PPPK Paruh Waktu, belanja operasional, belanja mandatory pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, Alokasi Dana Kampung, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal. Pemerintah Daerah juga harus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.
“Di tengah keterbatasan anggaran, Kita tetap berkomitmen menjaga pelayanan dasar masyarakat sekaligus mendorong kemandirian daerah melalui peningkatan PAD dan penguatan kerja sama lintas pemerintah”, pungkas Ixuan Akhmadi
Diketahui, pada Musrenbang tersebut turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala SKPD/ Unsur SKPD, Unsur Bappeda,Anghota DPRD Dapil 2, Camat Buay Bahuga, para Kepala Kampung dan Aparatur Kampung, Tim Penggerak PKK Kecamatan Buay Bahuga, Tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya. (Petrus)






